Gaya Hidup

Orang yang Tenang Lebih Cerdas, Ini Penjelasannya!

RADARPANGANDARAN.COM – Orang yang tenang lebih cerdas karena mampu mengelola emosi secara efektif. Penelitian Tiara Pandini (2023) di Pondok Pesantren Darul Aitam membuktikan bahwa sikap sabar memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kecerdasan emosional.

Santri dengan tingkat kesabaran tinggi menunjukkan kemampuan lebih baik dalam menghadapi tekanan dan menjaga hubungan sosial yang sehat. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,705, menandakan pengaruh kesabaran terhadap kecerdasan emosional mencapai 55,2%.

Temuan ini menegaskan bahwa sabar bukan sekadar sifat moral, tetapi keterampilan psikologis yang memperkuat fungsi emosi dan sosial. Dengan kesabaran, seseorang mampu menahan impuls negatif, berpikir rasional, serta menghindari keputusan yang tergesa-gesa. Inilah bentuk kecerdasan emosional yang menjadi dasar kemampuan beradaptasi dan berinteraksi cerdas dalam kehidupan sehari-hari.

Ketenangan Pikiran dan Aktivitas Otak Cerdas

Orang yang tenang lebih cerdas karena otaknya bekerja dalam kondisi optimal. Saat seseorang sabar, area otak bagian korteks prefrontal yang berfungsi dalam pengambilan keputusan, perencanaan, dan pemecahan masalah bekerja lebih aktif. Korteks prefrontal inilah yang membedakan manusia dengan hewan karena mengatur kemampuan berpikir logis dan reflektif.

Secara ilmiah, kondisi sabar menurunkan aktivitas amigdala, pusat reaksi emosional yang sering memicu ledakan marah atau stres. Ketika amigdala tenang, otak dapat memproses informasi dengan lebih efisien. Oleh karena itu, kesabaran bukan tanda kelemahan, melainkan indikator kuat dari fungsi eksekutif otak yang baik. Orang yang mampu menahan emosi berarti memiliki kontrol diri yang tinggi dan kecerdasan kognitif yang matang.

Kesabaran dan Kesehatan Mental yang Lebih Stabil

Kesabaran berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa individu sabar memiliki tingkat stres dan kecemasan yang lebih rendah dibanding mereka yang reaktif. Orang yang tenang lebih cerdas karena mampu menjaga keseimbangan hormon kortisol, hormon yang berkaitan dengan stres. Ketika kadar kortisol terkendali, otak berfungsi lebih baik dan pikiran tetap jernih.

Page: 1 2 3

Anisa Nur

Recent Posts

Desain Taman Minimalis yang Aman dari Jamur Dinding Rumah

RADARPANGANDARAN.COM - Taman minimalis perlu dirancang cermat karena jarak tanam dan sirkulasi udara memengaruhi risiko jamur…

11 menit ago

Suzuki e-Vitara Mobil Listrik Suzuki dengan Baterai 61 kWh dan DC Fast Charging

RADARPANGANDARAN.COM - Suzuki e-Vitara sebagai mobil listrik Suzuki hadir dengan baterai 61 kWh dan DC…

56 menit ago

Edit Foto Selfie Malam Hari Lebih Estetik dan Realistis dengan Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia

RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini menjadi solusi favorit bagi banyak pengguna yang…

1 jam ago

POCO X6 5G, HP Gaming 3 Jutaan Paling Kencang 2026 dengan Snapdragon 7s Gen 2

RADARPANGANDARAN.COM - POCO X6 5G menjadi HP gaming 3 jutaan terbaik 2026, menawarkan performa cepat…

2 jam ago

VinFast VF 3, Mobil Listrik Mini untuk Mobilitas Urban

RADARPANGANDARAN.COM - VinFast VF 3 hadir sebagai mobil listrik mini yang menyasar mobilitas kota dengan biaya…

2 jam ago

Dell XPS 13 dan Laptop Dell XPS Terbaru: Harga Dell XPS dan Spesifikasi Dell XPS Terkini

RADARPANGANDARAN.COM - Dell XPS 13 menjadi Laptop Dell XPS populer karena spesifikasi Dell XPS tinggi…

3 jam ago

This website uses cookies.