Di tengah derasnya arus digitalisasi, literasi digital menjadi kebutuhan mendesak. Generasi muda harus memiliki kesadaran dan keterampilan untuk melindungi data serta memahami risiko dunia maya.
Beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan antara lain:
- Gunakan password kuat dan unik untuk setiap akun.
- Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) agar akun lebih aman.
- Waspadai tautan mencurigakan yang dikirim melalui email atau pesan instan.
- Batasi informasi pribadi di media sosial.
- Gunakan jaringan internet yang aman, hindari Wi-Fi publik tanpa VPN.
Dengan literasi digital yang baik, generasi muda bisa lebih bijak dalam menggunakan teknologi, sekaligus melindungi diri dari ancaman siber.
Generasi Z dikenal sebagai digital native, yang lahir dan besar di era internet. Mereka bukan hanya pengguna aktif, tetapi juga bisa menjadi agen perubahan dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman.
Dengan pemahaman tentang cybersecurity, anak muda harus mulai Mengajak teman sebaya lebih sadar privasi digital. Waspada dalam menyebarkan informasi yang benar tentang keamanan siber di media sosial.
Bisa ikut aktif mengembangkan inovasi teknologi keamanan baru, karena banyak startup keamanan siber lahir dari ide anak muda kreatif.
Meski kesadaran mulai tumbuh, masih banyak generasi muda yang menganggap keamanan digital sebagai hal sepele. Padahal, kebebasan berekspresi di dunia maya akan sulit tercapai jika privasi tidak terlindungi.
Tantangan ke depan adalah bagaimana menyeimbangkan antara kebebasan berinternet dengan perlindungan data pribadi. Pemerintah, platform digital, dan masyarakat, terutama anak muda, perlu berkolaborasi untuk menciptakan ruang digital yang aman dan sehat







