RADARPANGANDARAN.COM – Banyak orang menganggap ramen asli Jepang hanya bisa didapatkan di restoran. Namun, saat ini memasak ramen otentik versi halal di rumah sebenarnya sangat mungkin dilakukan.
Justru, ketika kita memasaknya sendiri, kita bisa memahami prinsip utamanya. Ramen Jepang bukan soal bumbu instan yang dituang begitu saja, melainkan tentang cara membangun umami secara perlahan. Dari sinilah kita mulai memahami bahwa cita rasa ramen Jepang bertumpu pada proses, bukan trik cepat.
Kenapa metode ramen harus tepat?
Pertama-tama, kita perlu memahami dulu pola pikir ramen Jepang. Konsumen Jepang menilai ramen bukan dari kepedasan atau kekentalan kuah semata. Mereka menilai bagaimana kedalaman rasa terbentuk dalam beberapa suapan.
Jadi sebelum bicara resep, kita harus tahu bahwa ramen Jepang terdiri dari tiga komponen inti yang harus ada: kaldu dasar, tare (seasoning inti), dan aroma oil. Jika tiga ini benar, maka topping apapun akan relevan dan saling mendukung rasa. Maka dari itu, kita masuk ke bagian komposisi. Ini adalah jantung ramen.
Bahan Dasar Kuah Tori Halal (untuk 2–3 porsi)
Sebelum masak, siapkan bahan kaldu berikut:
- 1 kg tulang ayam bagian leher dan sayap
- 1 paha ayam utuh
- 2 bawang putih geprek
- 1 bawang bombay besar, iris kasar
- 1 ruas jahe memar
- 1 batang daun bawang bagian putih
- 2 liter air
Setelah itu, kita siapkan bumbu intinya, yaitu tare shoyu halal. Bagian ini yang membuat rasa ramen menjadi “identitasnya”.
- 4 sdm shoyu halal Jepang
- 1 sdm mirin halal (atau 1 sdt gula palm jika tidak punya mirin halal)
- ½ sdt garam Jepang
- ½ sdt dashi bubuk halal berbasis kombu
Saat tare siap, baru masuk elemen ketiga, yaitu aroma oil.







