Beberapa orang bahkan melaporkan peningkatan kualitas tidur dan penurunan rasa cemas setelah mereka melakukan “declutter” sosial.
Selain data ilmiah, banyak pengalaman pribadi mendukung manfaat ini. Misalnya, seseorang yang membatasi jumlah teman di media sosial merasa pikirannya lebih tenang dan produktivitas meningkat.
Mereka juga memiliki lebih banyak waktu untuk memperdalam hubungan dengan keluarga atau sahabat dekat. Prinsip ini menunjukkan bahwa hidup sederhana tidak hanya soal benda, tetapi juga tentang bagaimana seseorang memilih orang di sekitarnya.
Minimalisme dan hubungan sosial memiliki keterkaitan erat dalam membentuk kesejahteraan mental. Dengan menyederhanakan lingkaran sosial, seseorang tidak hanya menyingkirkan beban emosional, tetapi juga menemukan kedamaian batin.
Prinsip ini mengajarkan bahwa tidak semua hubungan harus dipertahankan, dan tidak semua orang perlu mendapat ruang dalam hidup. Ketika seseorang memilih hubungan yang memberi energi positif, kesehatan mental akan membaik, dan hidup terasa lebih bermakna.







