Pendaki Wajib Tahu! Cara Tepat Menangani Hipotermia di Gunung

RADARPANGANDARAN.COM- Pendaki wajib tahu bahwa hipotermia merupakan salah satu kondisi paling berbahaya yang dapat terjadi di gunung.

Suhu udara yang dingin, angin kencang, dan tubuh yang kelelahan bisa memicu turunnya suhu tubuh secara drastis.

Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan kehilangan kesadaran bahkan kematian.

Oleh karena itu, penting bagi setiap pendaki untuk memahami cara menangani hipotermia di gunung dengan tepat.

Dengan mengetahui langkah-langkah penanganannya, kamu bisa mencegah kondisi ini menjadi lebih parah dan menyelamatkan nyawa.

1. Gejala Awal Hipotermia di Gunung

Pendaki wajib tahu bahwa gejala hipotermia tidak selalu langsung terlihat jelas. Biasanya dimulai dengan rasa dingin berlebihan, gemetar hebat, bicara pelo, gerakan melambat, dan kulit pucat kebiruan.

Pada tahap awal, penderita masih sadar namun mulai kehilangan kemampuan berpikir jernih. Jika dibiarkan, suhu tubuh akan terus turun di bawah 35°C dan menyebabkan penderita kehilangan kesadaran.

2. Penyebab Hipotermia di Gunung

Pendaki wajib tahu bahwa hipotermia tidak hanya disebabkan oleh cuaca dingin, tetapi juga oleh pakaian basah, kekurangan energi, dan keletihan berlebihan.

Saat mendaki, tubuh mengeluarkan keringat. Jika pakaian tidak cepat diganti, keringat akan membuat tubuh kehilangan panas.

Selain itu, kurangnya asupan makanan atau cairan juga memperburuk kondisi tubuh. Pendaki yang tidak makan cukup atau kehabisan tenaga lebih mudah mengalami penurunan suhu tubuh.

3. Cara Tepat Menangani Hipotermia

Pendaki wajib tahu langkah pertama saat menghadapi hipotermia, yaitu segera hentikan aktivitas dan cari tempat berlindung dari angin. Tempatkan penderita di area yang terlindung, seperti dalam tenda atau di balik batu besar.