RADARPANGANDARAN.COM – Perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki karakteristik berbeda. Pemahaman yang tepat akan membantu menentukan produk perawatan kulit yang sesuai. Cara ini membantu mengatasi kondisi kulit lebih cepat sekaligus mencegah munculnya masalah lain.
Perbedaan Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi
Kulit kering merupakan jenis kulit yang secara alami kekurangan minyak atau sebum. Kekurangan minyak membuat kulit terasa kasar, bersisik, bahkan mudah pecah-pecah. Sementara itu, kulit dehidrasi bukanlah jenis kulit, melainkan kondisi ketika kulit kehilangan kadar air. Artinya, semua jenis kulit, termasuk kulit berminyak, bisa mengalami dehidrasi.
Perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi juga terlihat dari gejalanya. Kulit kering cenderung tampak kusam dan kasar, sedangkan kulit dehidrasi tampak lelah, pucat, dan sering terasa kencang. Mengenali perbedaan tersebut membuat perawatan kulit menjadi lebih efektif.
Gejala Kulit Kering
Kulit kering biasanya terasa kasar saat disentuh. Lapisan kulit sering terlihat bersisik, terutama pada area wajah, siku, atau lutut. Pada kondisi tertentu, kulit kering bisa menimbulkan rasa gatal atau bahkan pecah-pecah. Kulit kering mudah mengalami penuaan dini karena kekurangan kelembapan alami.
Faktor pemicu kulit kering cukup beragam. Paparan udara dingin, penggunaan sabun dengan kandungan keras, hingga faktor genetik bisa memperparah kondisi kulit. Jika tidak dirawat dengan baik, kulit kering bisa semakin rusak dan sulit dipulihkan.
Gejala Kulit Dehidrasi
Kulit dehidrasi berbeda karena masalah utamanya terletak pada kekurangan air. Gejala yang sering muncul berupa kulit terasa kencang, tampak kusam, dan muncul garis halus yang lebih jelas. Selain itu, kulit dehidrasi sering menimbulkan sensasi perih atau terbakar setelah terpapar sinar matahari.







