Hijau lembut, abu-abu, dan krem sering mereka pilih.
Dengan demikian, mata tidak terganggu warna mencolok.
Material alami menjadi pilihan utama dalam konsep ini.
Desainer memanfaatkan batu, kerikil, kayu, dan rumput lembut.
Mereka lebih mengutamakan tekstur halus dibanding pola rumit.
Selain itu, pencahayaan memegang peran penting dalam keheningan visual.
Bayangan alami menciptakan dinamika tanpa menambah objek.
Pendekatan ini banyak terinspirasi taman Zen Jepang.
Taman Ryoan-ji menunjukkan contoh quiet composition klasik.
Di sana, batu dan pasir membentuk ruang kontemplatif.
Tidak ada bunga mencolok yang mendominasi pandangan.
Dengan begitu, fokus bergeser ke ruang dan cahaya.
Aplikasi Quiet Composition pada Desain Taman Modern
Dalam praktiknya, desainer menerjemahkan quiet composition secara kontekstual.
Pendekatan ini sering digunakan pada halaman rumah minimalis.
Lahan sempit justru mendukung konsep taman hening visual.
Elemen terbatas membantu ruang terasa lebih luas.
Sebagai contoh, desainer memadukan paving grid sederhana dengan rumput tipis.
Pengulangan pola menciptakan kontinuitas visual yang tenang.
Selain itu, desainer lebih menyukai tanaman berdaun lembut.
Tanaman tersebut berfungsi sebagai transisi visual alami.
Dengan demikian, tidak ada fokus berlebihan pada satu objek.
Desainer juga merancang pencahayaan malam secara lembut.
Lampu bersuhu hangat menciptakan suasana hening.
Cahaya berperan sebagai elemen desain, bukan dekorasi.
Ruang kecil terasa damai karena minim ornamen.
Warna netral membantu menciptakan kesan sunyi.







