Gaya Hidup

Rahasia Betis Sebagai Jantung Kedua untuk Kesehatan Tubuh

Selain itu, gaya hidup modern yang sering membuat seseorang duduk lama di depan komputer memperparah kondisi ini. Karena tubuh tidak bergerak aktif, otot betis kehilangan kekuatan dan elastisitas. Oleh sebab itu, masyarakat perlu menyadari bahwa betis lemah langsung berdampak pada kesehatan jantung secara keseluruhan.

Mekanisme Pompa Betis dalam Tubuh

Betis sebagai jantung kedua tubuh bekerja dengan mekanisme yang unik dan efektif. Ketika otot betis berkontraksi, pembuluh darah yang berada di sekitar otot tersebut terdorong secara alami, mendorong darah ke atas melalui vena. Kemudian, katup vena memastikan darah tidak kembali turun akibat gravitasi. Karena mekanisme ini bekerja setiap kali seseorang bergerak, tubuh menerima suplai oksigen dan nutrisi dengan lebih baik.

Selain itu, pola kontraksi ritmis yang terjadi saat berjalan atau melakukan aktivitas fisik membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Oleh karena itu, kebiasaan bergerak sederhana seperti berjalan 30 menit setiap hari memberikan manfaat besar bagi sistem peredaran darah.

Manfaat Mengaktifkan dan Melatih Otot Betis

Betis sebagai jantung kedua tubuh mendukung kesehatan jangka panjang jika dilatih secara konsisten. Karena olahraga meningkatkan kekuatan otot, sirkulasi darah menjadi lebih efisien. Selain itu, aktivitas ringan seperti berjalan kaki, naik turun tangga, dan berdiri secara rutin dapat memperkuat otot betis tanpa memerlukan peralatan khusus.

Lebih jauh lagi, latihan khusus seperti calf raises, skipping, dan lari ringan sangat efektif melatih kontraksi otot betis. Karena latihan ini meningkatkan elastisitas dan kekuatan otot, risiko cedera dan masalah sirkulasi dapat ditekan. Selain itu, peregangan betis secara teratur menjaga fleksibilitas tendon, sehingga pergerakan tubuh tetap optimal.

Kebiasaan Buruk yang Menghambat Fungsi Betis

Betis sebagai jantung kedua tubuh dapat mengalami gangguan fungsi jika seseorang mempertahankan kebiasaan buruk. Karena terlalu lama duduk atau berdiri membuat sirkulasi tidak aktif, betis sulit menjalankan tugas sebagai pompa darah. Selain itu, penggunaan sepatu hak tinggi dalam waktu lama dapat menghambat kerja otot betis karena posisi kaki tidak mendukung gerakan alami.

Page: 1 2 3

Anisa Nur

Recent Posts

Realme P4 Power 5G dengan Baterai 10.001 mAh dan Fast Charging 80W

RADARPANGANDARAN.COM - Realme P4 Power 5G hadir dengan baterai 10.001 mAh, fast charging 80W, dan…

15 jam ago

Motorola Moto G06 Power dengan Quad Pixel dan Gorilla Glass 3, Kamera Terang dan Layar Tangguh

RADARPANGANDARAN.COM - Motorola Moto G06 Power hadir dengan kamera 50MP Quad Pixel, Gorilla Glass 3,…

16 jam ago

Bikin Foto Liburan di Malaysia Tampak Sinematik dengan Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia Ini

RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini menjadi solusi kreatif bagi siapa saja yang…

16 jam ago

Motorola Edge 70 Fusion Hadir dengan Snapdragon 7s Gen 4 dan Kamera 50 MP Sony LYTIA

RADARPANGANDARAN.COM - Motorola Edge 70 Fusion segera rilis dengan Snapdragon 7s Gen 4 dan kamera…

17 jam ago

Engine Brake Tidak Konsisten? Waspada Kompresi Tidak Stabil dan Seal Klep Aus!

RADARPANGANDARAN.COM - Engine brake tidak konsisten sering terjadi karena kompresi tidak stabil atau seal klep aus.…

17 jam ago

Review Kamera Infinix Note 60, Hasil Foto Live dan Video 4K Stabil Bikin Kagum

RADARPANGANDARAN.COM - Kamera Infinix Note 60 hadir dengan video 4K stabil, foto live flash, dan…

18 jam ago

This website uses cookies.