Gaya Hidup

Risiko Konsumsi Kombucha: Kenali Efek Samping Sebelum Minum Rutin

RADARPANGANDARAN.COM – Konsumsi kombucha meningkat karena banyak orang percaya bahwa minuman fermentasi ini dapat menjaga kesehatan pencernaan. Namun, meskipun banyak orang merasakan manfaatnya, kamu tetap perlu memahami bahwa kombucha juga membawa sejumlah risiko yang tidak boleh diabaikan. Karena kombucha melalui proses fermentasi, minuman ini membawa bakteri, ragi, asam, serta sedikit alkohol yang bisa memicu gangguan kesehatan jika kamu tidak mengonsumsinya secara bijak.

Memicu Gangguan Pencernaan

Konsumsi kombucha dapat memicu gangguan pencernaan jika kamu meminumnya berlebihan. Minuman ini membawa asam organik, probiotik aktif, dan gula yang dapat membuat perut bereaksi dengan mual, diare, kembung, atau rasa tidak nyaman. Karena tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan probiotik, kamu bisa mengalami gangguan cerna di awal konsumsi.

Selain itu, kadar keasaman kombucha yang cukup tinggi dapat mengiritasi lambung sensitif. Oleh karena itu, kamu perlu memulai dengan porsi kecil agar tubuh bisa menyesuaikan secara perlahan. Dengan langkah ini, kamu bisa menurunkan risiko munculnya gangguan pencernaan.

Menimbulkan Risiko Infeksi pada Imun Lemah

Konsumsi kombucha membawa risiko tinggi bagi orang dengan sistem imun lemah. Karena kombucha tidak melewati proses pasteurisasi, minuman ini tetap membawa ragi dan bakteri hidup. Banyak orang sehat dapat merasakan manfaat probiotik tersebut, tetapi tubuh dengan imun lemah justru bisa mengalami infeksi serius.

Selain itu, pasien kanker, penderita HIV, pasien penyakit ginjal berat, atau individu yang menjalani terapi imunosupresan lebih mudah terinfeksi mikroba dari kombucha. Oleh karena itu, dokter sering menyarankan mereka untuk menghindari kombucha demi mencegah komplikasi.

Menambah Beban pada Hati

Konsumsi kombucha juga bisa menambah beban pada organ hati, terutama jika kombucha terkontaminasi atau kamu meminumnya terlalu sering. Fermentasi dapat menghasilkan senyawa yang tidak stabil, sehingga beberapa laporan mencatat kasus toksisitas hati dan peradangan setelah konsumsi kombucha.

Page: 1 2 3

Anisa Nur

Recent Posts

VinFast VF 5, SUV Listrik Ringkas dengan Jarak Tempuh Ideal

RADARPANGANDARAN.COM - VinFast VF 5 hadir sebagai SUV listrik kompak dengan spesifikasi lengkap untuk mobilitas perkotaan…

9 menit ago

Vision Pulse Hyundai Kia 2026: Teknologi Keselamatan Sistem Anti Tabrakan Masa Depan

RADARPANGANDARAN.COM - Vision Pulse menghadirkan inovasi Hyundai Kia 2026, teknologi keselamatan dan sistem anti tabrakan…

14 jam ago

Mie Panjang Umur dan Tradisi Imlek: Makna Siu Mie Pembawa Makna Imlek

RADARPANGANDARAN.COM - Mie Panjang Umur dalam Tradisi Imlek dipercaya membawa keberuntungan, kebahagiaan, dan harapan panjang…

15 jam ago

Ciptakan Visual Liburan di Jerman yang Estetik dengan Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia

RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini menjadi solusi kreatif bagi banyak orang yang…

15 jam ago

Alva N3 Next Gen Motor Listrik Alva Hadir dengan Next Generation Battery dan Boost Charging Station

RADARPANGANDARAN.COM - Alva N3 Next Gen menjadi motor listrik Alva terbaru dengan teknologi modern dan…

16 jam ago

Mesin Motor Cepat Panas Padahal Idle Normal? Ini Penyebab Teknis yang Sering Terlewat

RADARPANGANDARAN.COM - Mesin motor cepat panas meski idle normal biasanya muncul akibat radiator mikro tersumbat dan…

16 jam ago

This website uses cookies.