Gaya Hidup

Sarapan dan Kesehatan Mental: Mengapa Mahasiswa Wajib Sarapan?

RADARPANGANDARAN.COM – Sarapan memegang peran vital dalam menjaga kestabilan emosi, terutama pada mahasiswa yang menghadapi tekanan akademik setiap hari. Sarapan yang terlewat terbukti memicu gangguan metabolik yang kemudian berdampak langsung pada fungsi otak.

Selain itu, hasil penelitian tahun 2020 dalam Diabetes, Metabolic Syndrome and Obesity menunjukkan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan berkorelasi dengan meningkatnya risiko depresi serta gangguan stres pascatrauma (PTSD) pada mahasiswa.

Sarapan yang terlewat menyebabkan gula darah turun drastis sehingga tubuh mengeluarkan lebih banyak hormon stres seperti kortisol. Akibatnya, suasana hati menjadi tidak stabil, energi menurun, fokus terpecah, dan emosi lebih mudah terguncang. Dengan demikian, pola ini mengganggu keseimbangan mental dan memicu kecemasan yang berlangsung dalam jangka panjang.

Sarapan dan Hubungannya dengan Regulasi Hormon Stres

Sarapan berfungsi sebagai pemicu regulasi hormon yang membantu otak bekerja optimal. Ketika tubuh tidak menerima asupan nutrisi di pagi hari, sistem saraf merespons dengan mengaktifkan mode “siaga darurat”. Oleh karena itu, tubuh memproduksi kortisol berlebihan yang memengaruhi stabilitas emosi. Selain itu, sarapan membantu menjaga keseimbangan glukosa darah yang menjadi bahan bakar utama otak untuk berpikir, mengingat, dan mengendalikan reaksi emosional.

Sarapan yang terlewat berulang kali menciptakan pola ketidakseimbangan hormon, sehingga mahasiswa menjadi lebih mudah mengalami stres kronis. Karena itu, rutinitas makan pagi menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kesehatan mental.

Sarapan dan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa

Sarapan juga berpengaruh besar pada kebahagiaan harian mahasiswa. Ketika mahasiswa melewatkan sarapan, tubuh kehilangan kesempatan untuk memproduksi serotonin secara optimal. Serotonin berperan penting sebagai hormon stabilitas emosi dan pengatur rasa nyaman. Karena itu, ketika produksi hormon ini terganggu, risiko munculnya mood swing, kecemasan, dan perasaan tidak bersemangat meningkat secara signifikan.

Page: 1 2 3

Anisa Nur

Recent Posts

Darajat Pass Garut: Pemandian Air Panas di Perbukitan dengan Panorama Alam yang Menenangkan

RADARPANGANDARAN.COM - Garut dikenal memiliki banyak destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu…

12 menit ago

Wisata Unggulan di Kabupaten Tasikmalaya, Momen Libur Bisa ke Tempat Indah Ini

RADARPANGANDARAN.COM - Wisata unggulan di Kabupaten Tasikmalaya bisa menjadi pilihan untuk liburan. Wisata di Tasikmalaya…

34 menit ago

Bank Mandiri Luncurkan Kartu Debit dan Kredit Metal Eksklusif untuk Nasabah Private

RADARPANGANDARAN.COM – Bank Mandiri meluncurkan kartu debit dan kartu kredit berbahan metal khusus bagi nasabah…

51 menit ago

Pesona Kawah Talaga Bodas Garut, Danau Kawah Indah yang Mudah Dijangkau Wisatawan

RADARPANGANDAAN.COM - Salah satu destinasi alam yang layak masuk dalam daftar kunjungan saat berada di…

1 jam ago

Ini Daftar Jurusan S1 di Unigal Ciamis, Salah Satunya Ada Hukum

RADARPANGANDARAN.COM - Calon mahasiswa baru di manapun Anda berada, yuk ketahui daftar jurusan program sarjana…

2 jam ago

Serunya Garut Dinoland: Wisata Edukasi Dinosaurus yang Cocok untuk Liburan Keluarga

RADARPANGANDARAN.COM - Bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu liburan sambil belajar, Garut Dinoland bisa menjadi…

2 jam ago

This website uses cookies.