Scroll TikTok Jadi Ritual Malam: Antara Hiburan dan Kecanduan

RADARPANGANDARAN.COM – “Cuma lima menit saja, setelah ini langsung tidur. ” Apakah kalimat ini terasa akrab? Nyatanya, lima menit sering berkembang menjadi satu jam dan tiba-tiba, waktu sudah melewati tengah malam. 

Scroll TikTok sebelum tidur kini jadi rutinitas anak muda. Awalnya hiburan ringan, tapi bisa ganggu waktu istirahat dan bikin susah lepas.

TikTok bukan hanya aplikasi hiburan lagi, melainkan telah menjadi ritual malam bagi banyak generasi muda, dari pelajar hingga pekerja yang mencari pelarian sejenak sebelum memejamkan mata.

Kebiasaan yang Awalnya Iseng

Mulanya, membuka TikTok sebelum tidur hanya bertujuan untuk “mencari hiburan ringan”. Namun berkat algoritma canggih dan konten yang terus-menerus berputar,pengguna gampang kehilangan kontrol atas waktu.

Satu video lucu diikuti video inspiratif, kemudian memasuki for you page yang seakan tahu apa yang kita rasakan.

Berdasarkan survei DataReportal 2025, pengguna TikTok di Indonesia rata-rata menghabiskan lebih dari 100 menit setiap hari di aplikasi ini—dan sebagian besar terjadi di malam hari. 

Ini berarti, sebelum tidur, banyak orang justru masih aktif menatap layar ponsel alih-alih beristirahat.

Antara Relaksasi dan Pelarian

Bagi beberapa individu, scrolling TikTok sebelum tidur dianggap sebagai cara untuk menghilangkan stres setelah seharian penuh aktivitas. 

Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini dapat berfungsi sebagai pelarian dari rasa lelah, kesepian, atau bahkan overthinking.

Di sisi lain, kebiasaan ini sering kali menyebabkan kualitas tidur menurun. Cahaya biru dari layar ponsel dapat mengganggu produksi hormon melatonin senyawa alami yang membantu tubuh merasakan rasa kantuk.

Akibatnya, tubuh menjadi sulit untuk rileks, meskipun mata sudah terasa berat.