3. Tantangan Menabung dengan Gamifikasi
Selain otomatisasi, gamifikasi juga menjadi strategi menarik. Gen Z suka tantangan, sehingga menabung dijadikan seperti permainan. Misalnya, aplikasi keuangan memberikan misi, badge, atau hadiah kecil setiap kali target tabungan tercapai.
Bahkan, beberapa Gen Z membuat tantangan pribadi, seperti “no spend day” atau “30 days saving challenge.” Dengan pendekatan ini, proses menabung terasa lebih seru sekaligus memotivasi mereka untuk konsisten.
4. Loud Budgeting atau Menetapkan Batas dengan Tegas
Berbeda dengan gaya hidup “flexing,” Gen Z kini mulai menerapkan konsep loud budgeting. Artinya, mereka berani berkata jujur pada teman atau keluarga mengenai keterbatasan anggaran. Dengan sikap ini, mereka tidak hanya menjaga dompet, tetapi juga membangun kesadaran bersama tentang pentingnya mengelola keuangan secara realistis.
5. Belanja Barang Bekas atau Thrifting
Fenomena thrifting sangat populer di kalangan Generasi Z. Selain ramah lingkungan, membeli barang bekas juga menjadi strategi penghematan. Banyak dari mereka menemukan pakaian, buku, atau perabot unik dengan harga miring.
Tidak jarang, aktivitas ini bahkan menjadi tren gaya hidup yang membanggakan. Dengan thrifting, mereka bisa tetap tampil stylish tanpa harus menguras tabungan.
6. Memulai Side Hustle
Generasi Z juga dikenal sebagai generasi kreatif yang suka mencari peluang tambahan. Side hustle atau pekerjaan sampingan, seperti berjualan online, membuat konten digital, atau menawarkan jasa freelance, menjadi cara mereka menambah pemasukan.
Uang dari side hustle ini seringkali langsung dialokasikan ke tabungan atau investasi. Dengan begitu, target finansial lebih cepat tercapai tanpa terlalu membebani penghasilan utama.
Strategi menabung ini memperlihatkan perpaduan unik antara metode klasik dan inovasi modern. Dari envelope budgeting yang sederhana, pemanfaatan AI, gamifikasi, hingga keberanian menerapkan loud budgeting, semua mencerminkan karakter mereka yang fleksibel dan adaptif. Ditambah lagi, kebiasaan thrifting dan semangat menjalankan side hustle membuat generasi ini semakin kreatif dalam mengatur finansial.
Dengan strategi-strategi tersebut, Gen Z membuktikan bahwa menabung tidak harus membosankan. Justru, proses ini bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari yang seru, praktis, sekaligus mendukung masa depan keuangan yang lebih stabil.







