Taman Anti Ornamental, Konsep Taman Tanpa Dekorasi yang Justru Terasa Lebih Kuat

Sebaliknya, ketenangan ruang menjadi hasil yang dicari.

Pendekatan ini sering muncul pada courtyard modern.

Biasanya, desainer hanya menanam satu pohon utama.

Desainer menggunakan bidang lantai sederhana dan netral.

Mereka membiarkan dinding polos tanpa aksen.

Arsitektur Jepang modern kemudian memperdalam konsep ini.

Tadao Ando merancang taman tanpa simbol dekoratif.

Ia mengandalkan beton, cahaya, dan air sebagai elemen utama.

Taman pun hadir sebagai pengalaman spasial.

Bukan sebagai susunan objek estetis.

Ruang kosong lebih bermakna daripada benda.

Bayangan pohon terasa lebih kuat daripada bunga.

Dengan demikian, konsep ini memperkuat taman anti ornamental.

Penerapan Taman Anti Ornamental dalam Praktik Modern

Dalam praktik modern, desainer menolak dekorasi tambahan pada taman.

Mereka tidak menggunakan patung, relief, atau simbol visual.

Sebagai gantinya, desain berfokus pada proporsi dan skala.

Desainer sering memakai satu jenis vegetasi.

Tujuannya menciptakan kesatuan ruang yang utuh.

Mereka membiarkan tanah dan permukaan tampil jujur.

Material tampil apa adanya tanpa hiasan penutup.

Pendekatan ini dikenal sebagai objectless landscape.

Taman berfungsi sebagai latar arsitektur.

Bukan sebagai objek utama perhatian.

Banyak museum kontemporer menerapkan konsep ini.

Galeri seni memanfaatkan taman sebagai ruang transisi.

Rumah modern Jepang juga sering menggunakannya.

Ruang luar menjadi perpanjangan ruang dalam.

Desainer tidak memaksakan narasi simbolik.

Pengguna bebas menafsirkan ruang secara personal.

Pendekatan ini selaras dengan wabi-sabi modern.