RADARPANGANDARAN.COM –Â Taman minimalis pada rumah berdinding langsung membutuhkan strategi khusus karena zero setback membatasi cahaya dan udara.
Namun demikian, keterbatasan ini justru membuka peluang desain kreatif.
Dinding masif dapat menjadi elemen utama komposisi taman.
Alih-alih menjadi penghalang, dinding membentuk karakter ruang.
Karena itu, desainer perlu memfokuskan pendekatan pada bidang vertikal.
Konsep wall garden kemudian menawarkan solusi efektif.
Selain hemat ruang, metode ini memperkuat tampilan visual taman.
Dinding berperan sebagai latar yang membangun atmosfer.
Sementara itu, tanaman menghadirkan lapisan tipis bertekstur.
Pendekatan ini kerap muncul pada urban courtyard modern.
Sebagai contoh, Tadao Ando menonjolkan permainan cahaya dan dinding.
Kazuyo Sejima juga mengeksplorasi enclosure minimal dengan penyaringan cahaya.
Kedua pendekatan tersebut relevan untuk lahan sempit.
Oleh karena itu, taman minimalis perlu menonjolkan ritme dan bayangan.
Dengan komposisi tepat, ruang kecil tetap terasa luas.
Strategi Desain Taman Minimalis pada Zero Setback
Rumah zero setback biasanya memiliki dinding langsung tanpa bukaan samping.
Akibatnya, cahaya alami masuk sangat terbatas.
Karena itu, desainer harus memilih tanaman secara cermat.
Tanaman shade-tolerant menjadi pilihan utama.
Selain itu, desainer perlu menjaga jarak tanam minimal sepuluh sentimeter dari dinding.
Langkah ini mencegah kelembapan berlebih pada permukaan tembok.
Selanjutnya, gunakan gravel atau batu koral sebagai penutup tanah.













