Tambahkan pula buffer tanaman rendah sebagai pembatas.
Tanaman rendah tersebut menyaring pandangan secara alami.
Menurut prinsip Zen Gardens, desainer harus memisahkan ruang aktif demi ketenangan.
Karena itu, jangan letakkan parkir di tengah taman.
Sebaliknya, posisikan parkir di sisi rumah atau sudut lahan.
Dengan cara ini, taman tetap menjadi fokus utama.
Selain itu, rancang sirkulasi tanpa jalur silang.
Motor sebaiknya masuk dan keluar melalui satu arah.
Desain ini membuat halaman terasa tertib dan efisien.
Dengan begitu, pemilik dapat menghindari benturan dengan tanaman.
Adaptasi Tropis dan Rasio Hardscape–Softscape Ideal
Hunian tropis membutuhkan keseimbangan antara area keras dan hijau.
Institut Pertanian Bogor menekankan kontrol panas permukaan.
Karena itu, pemilik sebaiknya tidak mendominasi halaman dengan beton.
Rasio 40 banding 60 antara hardscape dan softscape tergolong ideal.
Dengan rasio tersebut, permukaan tetap lebih sejuk.
Selain itu, taman tetap memberi efek pendinginan alami.
Namun demikian, desainer tetap harus menjaga fungsi visual taman.
Gunakan strip hijau linear di samping area parkir.
Strip hijau tersebut memecah dominasi kendaraan secara visual.
Tambahkan juga pot besar sebagai aksen vertikal.
Elemen vertikal membantu menyamarkan kepadatan motor.
Selain itu, pencahayaan memegang peran penting.
Lampu sorot tanaman menjaga taman tetap menonjol pada malam hari.
Sementara itu, gunakan pencahayaan fungsional untuk area parkir.
Dengan pembagian cahaya, fokus visual tetap terjaga.







