Taman Minimalis Perumahan Anti Semrawut dengan Parkir Motor Tertata

RADARPANGANDARAN.COM – Taman minimalis perumahan tetap terlihat elegan meski menampung banyak motor jika sirkulasi tertata.

Namun demikian, banyak rumah kecil menghadapi parkir yang semrawut.

Akibatnya, motor sering mendominasi halaman depan rumah.

Dampaknya, taman kehilangan fungsi sebagai ruang penenang visual.

Meski begitu, desain sederhana mampu mengatasi persoalan ini.

Kuncinya terletak pada pembagian zona yang jelas.

Pemilik rumah harus memisahkan ruang aktif dari ruang tenang.

Karena itu, pemilik perlu memberi batas visual antara parkir dan taman.

Selain itu, pembagian sirkulasi membuat rumah terasa lebih luas.

Neufert merekomendasikan lebar parkir motor sekitar 0,8 hingga 1 meter.

Ia juga menyarankan ruang manuver minimal 1,2 meter.

Standar ini menjaga alur gerak tetap lancar.

Dengan ukuran tepat, motor tidak mengganggu area hijau.

Transisi antar zona pun terasa lebih terkontrol.

Konsep Zoning dan Sirkulasi Parkir Motor yang Efektif

Desainer harus merancang sirkulasi parkir sebagai bagian sistem lanskap.

The Landscape Urbanism Reader menekankan integrasi fungsi ruang.

Oleh karena itu, parkir tidak boleh berdiri sendiri.

Desainer perlu membuat batas tegas namun ringan pada zona kendaraan.

Gunakan perbedaan material untuk membedakan area.

Misalnya, gunakan beton polos untuk parkir dan rumput untuk taman.

Selain itu, buat jalur linear agar motor tersusun sejajar.

Andra Matin kerap menerapkan garis tegas pada hunian tropis.

Pendekatan ini efektif mengurangi visual clutter.

Hasilnya, elemen taman tidak saling bertabrakan.