Perbedaan material membantu penghuni mengenali fungsi ruang.
Namun demikian, keseluruhan tampilan tetap rapi dan konsisten.
Desainer menciptakan transisi antar zona tanpa batas kaku.
Paving rata mencegah genangan air saat hujan turun.
Kondisi ini menjaga area jemur tetap aman digunakan.
Karena alasan tersebut, desainer sering memilih konsep taman linear untuk rumah sempit.
Penghuni menempatkan jalur jemur di satu sisi taman.
Sisi lainnya menampilkan tanaman rendah dan tertata rapi.
Desain ini memudahkan mobilitas seluruh penghuni rumah.
Selain itu, pola ini menyederhanakan proses perawatan taman.
Integrasi vertikal juga memberikan solusi efektif.
Penghuni dapat memasang jemuran gantung di atas tanaman.
Dengan cara ini, ruang tetap efisien tanpa mengorbankan area hijau.
Area Jemur dan Area Hijau Fungsional yang Tetap Rapi
Area jemur tetap berfungsi optimal jika desainer memilih tanaman secara tepat.
Tanaman perbatasan cocok ditempatkan di sepanjang jalur jemur.
Jenis tanaman harus tahan sentuhan dan mudah dirawat.
Banyak desainer memilih sansevieria dan dracaena.
Selain itu, zamioculcas cocok untuk area dengan kelembapan tinggi.
Tanaman ini tetap rapi dan tidak mudah rontok.
Groundcover juga memegang peran penting dalam desain.
Rumput gajah mini menciptakan kesan bersih dan teratur.
Mondo grass membantu mengisi celah antar paving.
Sementara itu, dichondra repens menambah tekstur tanpa kesan berantakan.
Desainer memperkuat transisi visual melalui elemen fokus kecil.
Planter besar atau batu dekoratif sering menjadi pilihan.







