Taman Minimalis dengan Tanaman Arsitektural, Desain Tegas Tanpa Bunga yang Selalu Relevan

RADARPANGANDARAN.COM – Taman minimalis dengan tanaman arsitektural menonjolkan bentuk tegas sebagai elemen utama desain lanskap.

Karena itu, konsep ini tidak bergantung pada keindahan bunga.

Seiring waktu, konsep ini semakin populer pada hunian modern.

Alasannya terbilang sederhana dan rasional.

Bentuk tanaman bertahan lebih lama dibandingkan daya tarik bunga.

Selain itu, tampilan taman tetap konsisten sepanjang tahun.

Tanaman arsitektural membentuk ruang secara jelas dan terukur.

Elemen ini bekerja seperti dinding atau kolom alami.

Dengan demikian, taman terlihat rapi dan terkontrol.

Arsitek lanskap profesional banyak menggunakan pendekatan ini.

Literatur lanskap menyebut tanaman sebagai elemen pembentuk ruang.

Pendekatan ini tidak memosisikan tanaman sebagai hiasan sementara.

Akibatnya, transisi dari taman dekoratif menuju taman struktural terjadi alami.

Hasilnya, taman tampil tenang dan berkarakter.

Kesan modern pun muncul tanpa usaha berlebihan.

Oleh sebab itu, taman minimalis terus diminati.

Prinsip Taman Minimalis Berbasis Tanaman Arsitektural

Taman minimalis menekankan bentuk, proporsi, dan skala ruang.

Karena itu, desainer menempatkan pemilihan tanaman sebagai aspek krusial.

Tanaman arsitektural menghadirkan siluet yang kuat dan tegas.

Struktur tanaman terlihat jelas bahkan dari kejauhan.

Pendekatan ini mengurangi kebutuhan elemen dekoratif tambahan.

Selain itu, pemilik taman dapat merawat taman dengan lebih mudah.

Dalam desain minimalis, desainer menganggap bunga bersifat temporal.

Sebaliknya, daun dan batang memberi kesan visual permanen.