RADARPANGANDARAN.COM –Â Taman minimalis teras dangkal dapat terasa luas melalui depth illusion dan layering tipis terarah.
Secara umum, banyak rumah modern memiliki teras sangat terbatas.
Namun demikian, ruang sempit tidak selalu terasa sesak.
Karena itu, desainer menjadikan strategi visual sebagai kunci utama.
Depth illusion bekerja melalui persepsi alami mata manusia.
Teori Gestalt, misalnya, menjelaskan prinsip persepsi visual tersebut.
Francis D.K. Ching menekankan peran bidang lantai dan dinding.
Selain itu, Rudolf Arnheim membahas persepsi ruang melalui kontinuitas garis.
Dengan demikian, arah garis sangat memengaruhi kesan panjang ruang.
Teras dangkal membutuhkan pengolahan bidang secara cermat.
Ground plane dan vertical plane harus saling mendukung secara visual.
Jika keduanya selaras, ruang terasa lebih dalam.
Sebaliknya, pola acak membuat teras terlihat lebih pendek.
Oleh sebab itu, desainer harus fokus pada kesederhanaan.
Minimalisme membantu ruang kecil terasa lebih lega.
Pendekatan ini juga tampak pada karya Tadao Ando.
Ia menggunakan bidang polos dan bayangan tegas secara konsisten.
Hasilnya, ruang kecil tetap terasa dramatis dan mendalam.
Pengolahan Bidang untuk Menciptakan Depth Illusion
Pengolahan bidang menjadi fondasi utama dalam menciptakan depth illusion.
Pertama, arahkan pola lantai memanjang ke dalam teras.
Pola linear memperpanjang persepsi visual ruang secara signifikan.
Sebaliknya, pola menyilang justru memotong kedalaman teras.
Karena itu, gunakan paving berbentuk garis panjang dan sejajar.









