Taman Minimalis Teras Kecil, Rahasia Transisi Ruang Dalam yang Nyaman dan Khas Indonesia

RADARPANGANDARAN.COM – Taman minimalis teras dan teras kecil rumah berperan sebagai transisi nyaman dalam desain tropis Indonesia modern.

Secara konseptual, konsep ini berfungsi lebih dari sekadar elemen dekoratif.

Ruang luar dan ruang dalam saling terhubung tanpa pemisahan kaku.

Sebaliknya, desainer menyatukan keduanya melalui area perantara yang teduh.

Karena itu, taman dan teras bekerja sebagai satu sistem ruang.

Pendekatan ini sangat relevan dengan iklim tropis Indonesia.

Udara panas dan lembap mendorong kebutuhan ruang penyangga alami.

Teras kecil menurunkan panas sebelum udara masuk ke interior.

Sementara itu, taman memberi efek pendinginan visual.

Kombinasi ini menciptakan suasana rumah yang lebih tenang.

Tidak heran, banyak arsitek Indonesia menerapkan konsep ini.

Desainnya tampil sederhana namun tetap terasa hangat.

Selain itu, konsep ini mudah diterapkan pada lahan terbatas.

Dengan demikian, transisi ruang terasa lebih halus dan alami.

Penghuni pun tetap merasa dekat dengan alam.

Taman Minimalis Teras sebagai Ruang Transisi Khas Indonesia

Dalam arsitektur Indonesia, teras selalu berperan sebagai ruang perantara penting.

Sebagai contoh, Andra Matin menempatkan teras sebagai ruang semi-luar utama.

Ia tidak memperlakukan teras sebagai tambahan bangunan semata.

Sebaliknya, teras menjadi pusat aktivitas harian penghuni.

Taman kecil kemudian menyatu sebagai perpanjangan lantai rumah.

Pendekatan ini membuat batas ruang terasa kabur.

Desainer tidak memisahkan ruang luar dan dalam dengan dinding keras.