Namun, alignment saja tidak cukup tanpa observasi cahaya langsung.
Lakukan pengamatan pada pukul delapan pagi.
Kemudian, amati kembali kondisi cahaya saat tengah hari.
Setelah itu, periksa pola bayangan pada sore hari.
Langkah ini membantu desainer menentukan zona bayangan dominan.
Selanjutnya, tempatkan elemen bertekstur halus di area tersebut.
Permukaan matte seperti batu andesit bakar memberi kontras tegas.
Dengan demikian, pola bayangan terbaca lebih jelas.
Sebaliknya, permukaan glossy membuat bayangan tampak kabur.
Selain alignment, desainer juga harus mengatur komposisi solid dan void.
Roster menghadirkan void berulang pada fasad tropis.
Sementara itu, taman menghadirkan massa hijau yang terkendali.
Idealnya, desainer menetapkan enam puluh persen bidang keras.
Sisanya, empat puluh persen berupa vegetasi terstruktur.
Dengan proporsi ini, fasad terasa ringan namun tetap tegas.
Strategi Desain Fasad Tropis dengan Ventilasi Roster Depan
Ventilasi roster depan membantu menciptakan ventilasi silang alami.
Selain itu, dinding berpori menurunkan paparan panas langsung.
Karena itu, taman harus mendukung performa bioklimatik tersebut.
Gunakan jalur linear yang mengikuti grid roster.
Dengan begitu, bayangan sore membentuk pola ritmis terkontrol.
Hindari penggunaan rumput luas pada fasad sempit.
Sebaliknya, gunakan kerikil halus agar bayangan terbaca lebih grafis.
Tanaman berdaun tegas memberi struktur visual kuat.
Sebagai contoh, pilih heliconia mini atau philodendron tegak.
Namun, batasi jenis tanaman agar komposisi tetap minimalis.







