Ruang terbuka memberi massa bangunan ruang bernapas.
Tanpa ruang terbuka, bangunan terasa menekan.
Taman berfungsi melunakkan tampilan visual.
Elemen hijau mengurangi dominasi struktur keras.
Area hijau membantu mengurangi kepadatan visual.
Selain itu, taman meningkatkan keterbacaan ruang.
Pengguna lebih mudah memahami komposisi lingkungan.
Landscape tidak berfungsi sebagai hiasan tambahan.
Ia menjadi bagian penting struktur desain.
Pendekatan ini banyak digunakan dalam desain kontemporer.
Bahkan, taman kecil dapat memberi dampak besar.
Aplikasi Counterweight Visual dalam Desain Taman
Desainer sering menerapkan counterweight visual tanpa menyebut istilah khusus.
Namun, prinsip ini hadir dalam banyak proyek profesional.
Desainer mengimbangi fasad panjang dengan taman linear.
Taman memecah kesan monoton dinding.
Perancang memadukan bangunan tinggi dengan ruang hijau rendah.
Perbedaan skala menciptakan keseimbangan visual.
Arsitek sering mengimbangi carport masif dengan taman kecil.
Elemen ringan menetralkan massa berat.
Landscape membantu bangunan menyatu dengan lingkungan.
Courtyard menjadi contoh aplikasi paling umum.
Ruang terbuka di tengah bangunan menyeimbangkan massa sekelilingnya.
Desainer melunakkan entry plaza dengan taman terbuka.
Pengunjung pun merasa lebih nyaman secara visual.
Taman juga berfungsi sebagai transisi ruang.
Peralihan antara luar dan dalam terasa lebih halus.
Dalam hunian, taman depan menciptakan kesan ramah.
Bangunan tidak terasa tertutup atau kaku.
Desainer sering menggunakan taman samping sebagai jeda visual.







