Taman Tanpa Focal Point, Konsep Kesetaraan Elemen yang Membuat Ruang Lebih Tenang

RADARPANGANDARAN.COM – Taman tanpa focal point menempatkan kesetaraan elemen sebagai prinsip utama dalam desain lanskap modern.

Dengan pendekatan ini, desain taman terasa tenang, dewasa, dan tidak memaksakan perhatian visual.

Pada dasarnya, konsep ini menolak kehadiran pusat dominan dalam ruang.

Sebaliknya, semua elemen bekerja secara setara dan saling mendukung.

Akibatnya, pengalaman taman terasa menyebar dan tidak dramatis.

Pendekatan ini jelas berbeda dari taman konvensional.

Umumnya, taman konvensional menempatkan patung atau pohon sebagai elemen utama.

Namun demikian, konsep ini secara sadar menghindari hierarki visual.

Karena itu, mata pengunjung bergerak bebas dan alami.

Ruang pun terasa lebih terbuka dan netral.

Selain itu, desain ini tidak mengarahkan pengunjung ke satu titik tertentu.

Transisi ruang mengalir secara halus dan berkesinambungan.

Kesetaraan elemen kemudian membentuk ritme visual yang lembut.

Desainer sering menerapkan pendekatan ini pada taman kontemporer.

Selain hunian, konsep ini relevan untuk ruang publik modern.

Banyak arsitek lanskap masa kini menggunakan pendekatan tersebut.

Prinsip ini berangkat dari teori desain, bukan sekadar preferensi estetika.

Dasar Teoretis Taman Tanpa Focal Point dalam Desain Lanskap

Konsep taman tanpa focal point berakar dari teori field condition karya Stan Allen.

Dalam teori ini, perancang memandang ruang sebagai medan yang setara.

Pendekatan tersebut tidak menempatkan elemen apa pun sebagai pusat perhatian.

Sebaliknya, semua elemen bekerja bersama sebagai satu sistem.