Konsep Taman Objectless Space yang Mengubah Cara Kita Memahami Ruang

RADARPANGANDARAN.COM – Taman tanpa objek atau objectless space menempatkan pengalaman ruang sebagai inti desain lanskap modern.

Secara konseptual, pendekatan ini menolak dominasi patung, ornamen, dan focal point visual.

Sebaliknya, ruang kosong berfungsi sebagai elemen utama yang langsung dirasakan pengguna.

Konsep ini sering muncul dalam teori arsitektur modern dan lanskap kontemporer.

Dalam pendekatan ini, desainer memusatkan perhatian pada pengalaman manusia.

Karena itu, desainer memaknai taman sebagai ruang yang dialami, bukan dikoleksi.

Pendekatan ini sejalan dengan pemikiran filsuf Gaston Bachelard.

Dalam The Poetics of Space, Bachelard menekankan ruang sebagai pengalaman yang dihidupi.

Ia memandang ruang sebagai kehadiran, jeda, dan kesadaran diri.

Pemikiran tersebut kemudian membentuk fondasi filosofis taman tanpa objek.

Desainer memandang ruang kosong sebagai elemen aktif dalam komposisi.

Kekosongan memberi ruang bagi kontemplasi dan ketenangan batin.

Oleh karena itu, taman tidak memerlukan elemen visual dominan.

Bahkan, objek sering mengganggu pengalaman ruang yang utuh.

Seiring waktu, pemahaman ini mengubah cara perancang mencipta taman.

Akhirnya, fokus desain bergeser dari dekorasi menuju pengalaman spasial.

Objectless Space dalam Teori Arsitektur dan Lanskap Modern

Konsep objectless space berkembang kuat dalam arsitektur modern.

Kenneth Frampton menjelaskan penolakan terhadap dekorasi simbolik berlebihan.

Dalam Modern Architecture: A Critical History, ia memandang ruang sebagai bidang aktif.