RADARPANGANDARAN.COM– Dalam hubungan pertemanan, kejujuran menjadi pondasi yang menjaga kepercayaan. Namun, tidak semua orang mampu selalu jujur. Ada yang berbohong karena ingin menghindari masalah, melindungi diri, atau bahkan menjaga perasaan orang lain. Meski tampak sepele, kebohongan kecil bisa menumpuk dan mengubah cara kita memandang seseorang.
Kebohongan juga sering muncul dalam bentuk yang halus. Seseorang bisa saja tampak tenang dan tersenyum, padahal ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kata-katanya. Karena itu, memahami tanda halus teman sedang berbohong menjadi penting agar kamu tidak salah menilai dan bisa menjaga hubungan dengan lebih bijak.
Bahasa Tubuh yang Tidak Selaras dengan Ucapan
Bahasa tubuh sering kali membocorkan apa yang sebenarnya dirasakan seseorang. Misalnya, temanmu berkata bahwa ia baik-baik saja, tetapi bahunya sedikit menegang atau tangannya gelisah. Ketidaksinkronan antara ucapan dan gerakan tubuh sering menjadi tanda awal adanya kebohongan.
Seseorang yang berbohong juga bisa memperlihatkan gestur berlebihan, seperti tersenyum terlalu lama atau mengangguk berulang-ulang untuk meyakinkanmu. Semua itu merupakan usaha bawah sadar untuk terlihat alami, padahal justru membuatnya tampak canggung.
Perubahan Nada Bicara dan Pola Ucapan
Perhatikan cara temanmu berbicara. Ketika seseorang berbohong, nada suaranya bisa berubah menjadi lebih tinggi atau lebih cepat dari biasanya. Terkadang ia berbicara terbata-bata, terutama saat harus mengingat detail yang tidak nyata.
Selain itu, orang yang berbohong cenderung mengulang kata-kata atau menambahkan detail berlebihan untuk membuat ceritanya terdengar meyakinkan. Misalnya, mereka bisa berkata terlalu rinci tentang hal yang sebenarnya sederhana, seolah ingin menutupi rasa tidak nyaman.













