RADARPANGANDARAN.COM- Bullying sering kali menjadi alasan seseorang untuk bermain-main dengan yang lemah, hal ini bukan sekadar tindakan iseng atau candaan yang berlebihan.
Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan seseorang untuk menyakiti, menekan, atau menguasai orang lain secara terus-menerus.
Di balik setiap tindakan bullying, selalu ada alasan yang mendorong pelakunya melakukan hal tersebut. Memahami penyebabnya sangat penting agar kita bisa mencegah dan menanganinya sejak dini.
1. Lingkungan Keluarga yang Tidak Harmonis
Alasan utama seseorang melakukan bullying sering kali berakar dari lingkungan keluarga yang tidak sehat. Anak yang tumbuh di rumah penuh pertengkaran, kekerasan, atau kurang kasih sayang cenderung meniru perilaku tersebut di luar rumah.
Mereka belajar bahwa kekuasaan bisa diperoleh melalui ancaman atau dominasi. Selain itu, ketika orang tua terlalu keras atau acuh tak acuh terhadap anak, perasaan marah dan tidak berdaya bisa berubah menjadi perilaku agresif terhadap orang lain.
Untuk mencegah hal ini, peran keluarga sangat krusial. Orang tua perlu menciptakan suasana rumah yang penuh kasih dan komunikasi terbuka agar anak tidak mencari pelampiasan di luar.
2. Ingin Dianggap Kuat dan Berkuasa
Mereka menganggap tindakan merundung bisa membuat mereka tampak lebih kuat, populer, atau berkuasa di mata teman-temannya.
Sayangnya, persepsi ini muncul karena pola pikir yang keliru tentang kekuatan. Dalam banyak kasus, pelaku sebenarnya merasa tidak percaya diri dan menggunakan bullying untuk menutupi rasa rendah diri. Dengan membuat orang lain takut, mereka merasa lebih unggul dan aman dari ancaman sosial.
3. Tekanan dari Teman Sebaya
Agar tidak dikucilkan, seseorang bisa ikut-ikutan melakukan bullying meski sebenarnya tidak setuju.







