RADARPANGANDARAN.COM- Menumbuhkan kebiasaan positif pada anak memang tidak terjadi dalam semalam. Salah satu kebiasaan penting yang perlu diajarkan sejak dini adalah membiasakan anak merapikan barang sendiri. Kebiasaan sederhana ini bukan hanya tentang kerapian rumah, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Anak yang terbiasa merapikan mainan, pakaian, atau perlengkapan sekolahnya akan belajar nilai tanggung jawab, disiplin, dan kemandirian.
Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang memilih untuk membereskan barang anaknya demi alasan kepraktisan. Padahal, hal itu justru dapat menghambat proses belajar anak untuk mengatur dirinya sendiri. Dengan pendekatan yang tepat dan sabar, kebiasaan merapikan barang dapat menjadi bagian dari rutinitas menyenangkan bagi anak.
1. Jadikan Contoh Sebagai Awal Pembelajaran
Anak-anak belajar terutama melalui pengamatan. Mereka cenderung meniru perilaku orang tua yang menjadi panutannya di rumah. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memberikan contoh nyata. Saat selesai menggunakan sesuatu, biasakan menaruhnya kembali ke tempat semula di hadapan anak.
Ucapkan hal positif seperti, “Mama suka rumah yang rapi, yuk kita rapikan bareng-bareng,” agar anak merasa terlibat dan termotivasi.
2. Sediakan Tempat yang Jelas untuk Setiap Barang
Anak sering kali malas merapikan barang karena tidak tahu di mana harus meletakkannya. Maka, pastikan setiap barang memiliki tempat khusus. Gunakan wadah berwarna cerah atau diberi label bergambar agar mudah diingat anak. Misalnya, kotak biru untuk mainan mobil, rak hijau untuk buku, dan gantungan khusus untuk tas sekolah.
Dengan begitu, proses merapikan menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Anak pun akan memahami bahwa setiap benda memiliki “rumahnya” masing-masing.







