RADARPANGANDARAN.COM – Penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap kedua mulai bergerak di 514 kabupaten dan kota di Indonesia dengan saldo bantuan yang berangsur masuk ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dilansir dari kanal Info Bansos, proses pencairan bantuan sosial tahap kedua kini terus dipantau langsung di sejumlah daerah bersamaan dengan distribusi Kartu KKS baru kepada masyarakat penerima manfaat.
Monitoring tersebut menemukan adanya perbedaan kondisi pencairan di lapangan yang membuat sebagian bantuan sudah masuk rekening, sementara lainnya masih tertunda.
Data terbaru menunjukkan realisasi pencairan PKH termin pertama baru mencapai sekitar 72 persen dari total penerima yang tercatat dalam sistem.
Artinya, masih terdapat sekitar 27 persen bantuan yang kini berada dalam tahap proses verifikasi hingga pencairan.
Sejumlah KPM diketahui mulai menerima dua jenis bantuan sekaligus setelah data mereka tervalidasi ulang dalam sistem terbaru pemerintah.
Ada penerima BPNT yang kini masuk sebagai penerima PKH baru, begitu pula sebaliknya.
Kondisi itu membuat sebagian penerima harus menunggu lebih lama karena proses transfer masih berjalan bertahap melalui bank penyalur.
Meski demikian, mayoritas KPM yang belum menerima bantuan saat dicek di aplikasi SIKS-NG masih berstatus “berhasil cek rekening”.
Status tersebut menandakan data penerima sudah dinyatakan aman dan tinggal menunggu proses transfer dari bank.
Kendala Data Jadi Penyebab Bantuan Tertunda
Di sisi lain, sebagian KPM mengalami kendala karena status rekening mereka dinyatakan gagal verifikasi.







