RADARPANGANDARAN.COM – Upaya menghadirkan bahan bakar alternatif dari limbah plastik kini dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui inovasi bernama Petasol.
Seperti dilansir dari laman Infopublik.id, inovasi ini diuji coba di sektor perikanan di Jepara, Jawa Tengah sebagai langkah awal implementasi.
Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan Petasol menjadi solusi terintegrasi bagi persoalan lingkungan dan energi masyarakat.
“Petasol merupakan bahan bakar dari limbah plastik yang tidak lagi dapat didaur ulang. Ini menjawab persoalan sampah sekaligus menyediakan energi alternatif,” ujar Arif, dalam keterangan tertulis yang diterima Infopublik, Minggu (26/4/2026).
Uji Coba dan Teknologi Pirolisis
Pengujian menunjukkan bahan bakar Petasol mampu menjaga performa mesin perahu nelayan tetap stabil.
Teknologi ini dikembangkan menggunakan metode pirolisis Fastpol Gen-5 yang mampu mengolah berbagai jenis plastik seperti LDPE, HDPE, PP, dan PS.
Proses tersebut tetap efektif meski bahan baku dalam kondisi kotor dan basah.
Peneliti Ahli Utama BRIN, Tri Martini Patria, menjelaskan teknologi ini juga mampu menekan emisi karbon secara signifikan.
“Pemanfaatan limbah plastik melalui pirolisis dapat mengurangi emisi hingga 79 persen dibandingkan pembakaran terbuka,” jelasnya.
Dari sisi ekonomi, Petasol memiliki potensi keuntungan sekitar Rp4.700 per liter dengan kualitas yang telah memenuhi standar diesel.
Teknologi ini juga dinilai adaptif untuk skala komunitas dengan kapasitas mesin sekitar 50 kilogram yang mampu melayani hingga 1.000 kepala keluarga.







