RADARPANGANDARAN.COM – Cinema Berbisik menjadi upaya menghadirkan pengalaman sinema setara bagi penyandang tunanetra.
Dilanair dari laman kemensos.go.id, dunia sinema selama ini identik dengan visual, namun bagi disabilitas netra, cerita hadir melalui rasa dan imajinasi.
Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial menggagas kegiatan inklusif tersebut.
Program KLASTER digelar bersama Gabungan Mahasiswa Universitas Hasanuddin melalui kegiatan bertajuk Cinema Berbisik.
Kegiatan berlangsung pada Kamis 30 April 2026 di Studio BBPPKS Makassar.
Tema yang diangkat adalah “Sentuhan Kata, Getaran Makna: Menembus Batas Dalam Dekapan Cinema Berbisik”.
Tujuan kegiatan untuk meningkatkan kepedulian sosial dan menghadirkan pengalaman menonton setara.
Metode yang digunakan adalah deskripsi audio personal bagi penerima manfaat disabilitas sensorik netra.
Peran Mahasiswa dan Siswa dalam Inovasi Layanan Sosial
Mahasiswa magang Universitas Hasanuddin dilibatkan dalam inovasi pelayanan sosial yang berdampak langsung.
Kegiatan turut dihadiri dosen FISIPOL UNHAS serta guru SLB YUKARTUNI.
Kepala dan guru SRMA 26 Makassar juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Keterlibatan siswa SRMA 26 menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan.
Mereka berperan sebagai pendamping sekaligus fasilitator utama atau pembisik bagi peserta.
Tugas mereka menerjemahkan visual film menjadi narasi deskriptif yang mudah dipahami.
Narasi mencakup suasana, ekspresi tokoh, hingga latar cerita secara rinci.







