Dampak Lingkungan dan Sosial Pembangunan IKN di Kalimantan Timur

RADARPANGANDARAN.COM – Dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur memengaruhi lingkungan dan masyarakat lokal. Pemerintah mendorong percepatan pembangunan untuk menciptakan pusat pemerintahan modern. Namun, proses pembangunan menghadirkan tantangan ekologis dan sosial yang harus dikendalikan. Oleh karena itu, pengelolaan berkelanjutan menjadi kunci penting.

Ancaman Terhadap Lingkungan Ekologis

Dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara mengancam kawasan ekologis Teluk Balikpapan. Kawasan ini menjadi habitat pesut Mahakam, bekantan, dan biota laut penting. Selain itu, lokasi ini memiliki hutan mangrove luas dan ekosistem vital lain.

Percepatan pembangunan memicu pembukaan lahan untuk akses alat berat. Pada beberapa titik, mangrove berkurang lebih dari beberapa hektare. Karena itu, habitat satwa terancam dan keseimbangan ekosistem terganggu.

Selain itu, lalu lintas logistik proyek meningkatkan polusi air dan tanah. Aktivitas konstruksi juga meningkatkan sedimentasi sungai dan merusak kualitas perairan sekitar. Maka, perlindungan kawasan pesisir wajib dilakukan sejak awal.

Pengaruh Terhadap Risiko Banjir

Dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara juga meningkatkan risiko banjir di Balikpapan. Alih fungsi lahan untuk jalan, permukiman, dan fasilitas publik mengurangi daerah resapan. Karena itu, air hujan sulit terserap secara alami.

Selain itu, pembangunan jalan tol berpotensi meningkatkan limpasan air permukaan. Tanah terdegradasi menyebabkan pengendapan lumpur di sungai sekitar. Maka, penguatan sistem drainase alami menjadi sangat mendesak.

Tekanan Akibat Pertumbuhan Penduduk

Dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara menciptakan arus migrasi besar. Pekerja proyek dan pendatang ekonomi meningkat setiap tahun. Karena itu, tekanan terhadap lahan, air, dan energi bertambah cepat.