RADARPANGANDARAN.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memfokuskan pembangunan tajuk atau masjid berukuran kecil di berbagai lingkungan masyarakat yang membutuhkan sarana ibadah lebih dekat dengan warga.
Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menghadiri Peringatan Hari Besar Islam Muharram 1448 Hijriah di Masjid Raya Al-Jabbar, dan dilansir dari laman jabarprov.go.id sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan spiritual masyarakat.
Menurut Dedi Mulyadi, pembangunan masjid kecil dinilai lebih relevan karena dapat digunakan warga setiap hari untuk beribadah dan kegiatan keagamaan.
“Kami ingin membangun masjid-masjid kecil di lingkungan masyarakat yang membutuhkannya dalam setiap waktu. Kan kalau masjid-masjid yang megah sudah banyak di Jawa Barat,” ucap KDM.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan tajuk akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak yang selama ini aktif di lingkungan masyarakat.
KDM menilai keberadaan tajuk yang sudah ada dapat dimaksimalkan tanpa harus membentuk kepengurusan baru melalui Dewan Kemakmuran Masjid.
“Kami ingin membangun masjid yang ada jamaahnya, tempat anak-anak ngaji, tempat ibadah rakyat di situ,” kata pria yang identik dengan iket putih itu.
Masjid Harus Menjadi Ruang Tafakur
Dedi Mulyadi juga menyoroti perubahan fungsi sejumlah masjid yang menurutnya mulai bergeser dari ruang spiritual menjadi tujuan rekreasi.
Ia menilai masjid seharusnya menjadi tempat memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan melalui ibadah dan perenungan.







