RADARPANGANDARAN.COM – Keberadaan akun jasa sewa pacar di media sosial menimbulkan keresahan di Kota Banjar. Layanan tersebut ramai dibicarakan setelah dilaporkan ke Dinas Sosial.
Laporan datang dari lembaga perempuan muslimah di Kota Banjar. Mereka menilai akun media sosial itu berpotensi menjerumuskan masyarakat.
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjar langsung merespons laporan tersebut. Penelusuran awal segera dilakukan.
Dikutip dari Radartasik.id, Kepala Dinsos P3A Kota Banjar Hani Supartini membenarkan adanya laporan lisan. Laporan itu menyebut akun TikTok yang menawarkan jasa sewa pacar.
Setelah menerima laporan, pihaknya mencoba menelusuri akun tersebut. Saat hendak masuk ke sesi siaran langsung, akses tidak berhasil.
Dinsos P3A kemudian berkoordinasi dengan instansi terkait. Diskominfo, Satpol PP dan Polres Banjar ikut dilibatkan.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan kejelasan aktivitas akun tersebut. Satpol PP juga mencoba mengakses akun saat live.
Hasil penelusuran sementara menunjukkan akses ke akun cukup terbatas. Tidak semua pengguna bisa masuk ke siaran langsung.
Hani menyebut pemilik akun jasa sewa pacar bukan warga setempat. Namun, akun tersebut sempat melakukan aktivitas live di wilayah Banjar.
Aktivitas live diketahui dilakukan di salah satu kedai kopi. Hal ini memicu perhatian aparat dan instansi terkait.
Dinsos P3A mengkhawatirkan konten akun tersebut mengarah ke aktivitas negatif. Potensi prostitusi hingga tindak pidana perdagangan orang menjadi perhatian.







