RADARPANGANDARAN.COM – Penyakit lupus masih menjadi tantangan serius di dunia kesehatan karena memiliki gejala beragam yang sering menyerupai penyakit lain sehingga dikenal sebagai “penyakit seribu wajah”.
Edukasi kesehatan mengenai lupus tersebut disampaikan dr. Faisal Parlindungan dari Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI di Jakarta, Senin (11/5/2026), sebagaimana dilansir dari Infopublik.id.
Faisal menjelaskan lupus atau Systemic Lupus Erythematosus merupakan penyakit autoimun kronis ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat tubuh sendiri.
Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ tubuh seperti kulit, sendi, ginjal, paru-paru, jantung, hingga otak.
Menurutnya, lupus lebih banyak dialami perempuan dibanding laki-laki dengan rasio sekitar 9 banding 1.
Faktor hormonal, khususnya estrogen, diduga menjadi salah satu penyebab tingginya risiko lupus pada perempuan usia produktif.
“Selain faktor hormonal, lupus juga dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan, seperti paparan sinar ultraviolet, infeksi virus, stres, serta penggunaan obat-obatan tertentu,” jelasnya.
Gejala Lupus Perlu Diwaspadai Sejak Dini
Faisal menegaskan pentingnya mengenali gejala lupus lebih awal agar pasien dapat segera memperoleh penanganan medis.
Beberapa tanda khas lupus yang perlu diwaspadai antara lain ruam merah berbentuk kupu-kupu di wajah, sariawan tanpa nyeri, nyeri sendi, rambut rontok, demam berulang, mudah lelah, dan perubahan warna jari saat terkena dingin atau stres.
“Jika kita menjumpai wanita muda dengan dua atau lebih gejala pada sistem organ yang tidak diketahui penyebabnya, maka kita patut mencurigai jangan-jangan ini pasien lupus,” jelasnya.







