RADARPANGANDARAN.COM – Evakuasi korban kecelakaan Argo Bromo Anggrek dan KRL masih berlangsung intensif di Stasiun Bekasi Timur.
Dilansir dari Disway.id, Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dikerahkan secara maksimal untuk menangani korban di lapangan.
Proses penyelamatan difokuskan pada korban yang masih terjepit di dalam rangkaian kereta.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyebut kondisi lokasi kejadian sangat kompleks.
“Di mana mana impact yang terjadi dari kereta Argo Bromo Anggrek dan juga komuter ini menimbulkan dampak menyatunya dari loko dengan satu gerbong dari komuter,” ujarnya.
Penanganan Khusus dan Operasi Tanpa Henti
Ia menjelaskan bahwa penanganan memerlukan keterlibatan personel dengan kemampuan teknis khusus.
“Karena memang ada beberapa korban yang sampai saat ini masih dalam dan kita sangat mengharapkan bisa kita evakuasi dalam kondisi hidup,” lanjutnya.
Syafii menambahkan bahwa tantangan utama berasal dari kondisi korban yang masih terjepit material kereta.
“Namun, kondisinya masih dalam jepitan material dari kereta tersebut,” katanya.
Ia menyebut operasi dilakukan sekitar 30 menit sejak kejadian dan terus berjalan tanpa henti.
“Kita laksanakan nonstop, tidak ada henti dan kita akan menggunakan shift,” jelasnya.
Seluruh personel bekerja bergantian agar proses evakuasi tetap efektif sepanjang waktu.
Upaya penyelamatan diprioritaskan bagi korban yang masih bertahan dalam kondisi selamat.
Secara teknis, penanganan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan korban.







