RADARPANGANDARAN.COM – Gempa dengan kekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah utara Jepang pada Senin 20 April 2025 pukul 16.53 waktu setempat.
Gempa besar ini berpusat di perairan Samudra Pasifik, tepatnya di lepas pantai Prefektur Iwate dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Laporan Japan Meteorological Agency yang dilansir Disway.id, menginformasikan gempa tersebut memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah. Ketinggian gelombang diperkirakan dapat mencapai sekitar tiga meter.
Sejumlah daerah pesisir diminta untuk segera melakukan evakuasi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gelombang yang dapat datang dalam waktu singkat.
Diperkirakan, tsunami dapat mencapai beberapa wilayah pantai dalam waktu kurang dari 30 menit setelah gempa terjadi.
Wilayah Pesisir yang Berpotensi Terdampak
Beberapa kawasan pesisir yang diprediksi terdampak cukup signifikan meliputi:
– Pantai Pasifik di Hokkaido bagian tengah
– Wilayah pesisir Prefektur Aomori
– Wilayah pesisir Prefektur Iwate
Sejumlah kota dan wilayah administratif lain juga masuk dalam daftar potensi terdampak, terutama di kawasan Aomori, Iwate dan Prefektur Miyagi.
Dampak dan Gangguan Transportasi
Akibat gempa kuat tersebut, operasional kereta cepat yang menghubungkan Tokyo dengan wilayah utara seperti Aomori dihentikan sementara. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan penumpang serta memeriksa kondisi jalur rel.
Gempa ini tercatat memiliki intensitas seismik level ”5 atas” di Jepang. Skala tersebut menggambarkan kuatnya guncangan yang dirasakan di permukaan, berbeda dengan magnitudo yang mengukur energi gempa.







