Industri Agro Nasional Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global

RADARPANGANDARAN.COMIndustri agro nasional tetap menunjukkan ketahanan produksi di tengah dinamika global yang memengaruhi harga bahan baku plastik sekaligus mendorong inovasi kemasan alternatif.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kemenperin sebagaimana dilansir dari Kemenperin.go.id.

Kementerian Perindustrian menilai sektor makanan dan minuman masih mampu menjaga keberlanjutan produksi meski menghadapi tekanan rantai pasok global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut kondisi geopolitik dunia, termasuk ketegangan di Timur Tengah, berdampak pada distribusi bahan baku kemasan.

Menurutnya, situasi tersebut justru menjadi peluang untuk mempercepat pengembangan industri kemasan dalam negeri yang lebih ramah lingkungan dan kompetitif.

“Industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor yang banyak memanfaatkan produk plastik untuk berbagai kebutuhan kemasan. Situasi geopolitik di Timur Tengah saat ini menjadi peluang untuk memacu peningkatan efisiensi sekaligus mempercepat inovasi kemasan alternatif yang lebih berkelanjutan,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4).

Diversifikasi Kemasan Dorong Daya Saing Industri

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengungkapkan pelaku industri mulai melakukan diversifikasi material kemasan.

Material tersebut mencakup kertas, kaca, logam, hingga plastik daur ulang seperti recycled PET atau rPET.

Ia menjelaskan industri pulp dan kertas nasional memiliki kapasitas besar untuk menopang transformasi kemasan berbasis kertas.