Enam negara Sunni dalam GCC, yang secara historis memiliki hubungan tegang dengan Iran yang mayoritas Syiah, sudah sejak tahun 2016 mengklasifikasikan Hizbullah sebagai kelompok teroris. Namun, mereka tetap berpegang pada pentingnya kemerdekaan Palestina sebagai syarat perdamaian di Timur Tengah.
Meskipun negara-negara Teluk menunjukkan dukungan terhadap Palestina, tindakan nyata untuk menghentikan agresi Israel di Gaza masih terbatas pada bantuan kemanusiaan.
Ancaman Israel terhadap fasilitas minyak dan nuklir Iran menjadi sumber kekhawatiran besar bagi negara-negara Teluk.
Mereka takut bahwa jika Israel berhasil menghancurkan Iran, hal ini akan meninggalkan preseden bahwa “keadilan” hanya bisa dicapai melalui perang total.
Seorang diplomat Arab dari negara yang tidak bersahabat dengan Iran menyatakan kekhawatirannya tentang dampak moral dari “kemenangan penuh” bagi Israel, karena hal ini akan memaksa negara-negara Teluk untuk hidup di bawah standar keadilan versi Israel.
Di sisi lain, negara-negara Teluk juga melihat peluang dari melemahnya pengaruh Iran untuk mengurangi ketergantungan mereka pada aktor-aktor non-negara yang didukung oleh Teheran, seperti Hizbullah.