RADARPANGANDARAN.COM – Keanekaragaman suku dan budaya di Kalimantan menjadi identitas penting yang menampilkan kekayaan sosial Indonesia. Karena Kalimantan dihuni banyak kelompok etnis dengan tradisi khas, maka pulau ini tumbuh sebagai ruang budaya yang hidup, harmonis, dan sarat nilai kearifan lokal. Selain itu, keberagaman tersebut tercipta melalui sejarah panjang interaksi antar suku dan proses migrasi. Oleh karena itu, memahami budaya Kalimantan memberikan wawasan penting tentang persatuan dalam keragaman bangsa.
Suku Dayak sebagai Penjaga Tradisi Leluhur
Keanekaragaman suku dan budaya di Kalimantan paling jelas terlihat pada suku Dayak yang menjadi kelompok terbesar dan paling beragam. Karena suku Dayak tersebar di Kalimantan Barat, Tengah, Timur, dan Utara, maka mereka memiliki sub-suku dengan adat dan bahasa berbeda. Selain itu, rumah panjang atau Rumah Betang menggambarkan filosofi hidup bersama, gotong royong, dan solidaritas sosial. Oleh karena itu, Rumah Betang menjadi simbol kuat persatuan masyarakat adat.
Karena masyarakat Dayak menjaga sistem kepercayaan Kaharingan, maka nilai spiritual mereka selalu terhubung dengan alam dan leluhur. Selain itu, tarian adat, ritual penyembuhan, upacara panen, serta seni ukir dan manik-manik menunjukkan kekayaan ekspresi seni. Oleh karena itu, budaya Dayak tidak hanya menjadi identitas lokal tetapi juga aset budaya dunia.
Suku Banjar sebagai Pembawa Tradisi Islami dan Perdagangan
Keanekaragaman suku dan budaya di Kalimantan juga ditandai dengan peran penting suku Banjar yang mendominasi Kalimantan Selatan. Karena masyarakat Banjar berkembang dari komunitas pedagang dan pelaut, maka budaya mereka kuat di bidang ekonomi, diplomasi, dan perdagangan. Selain itu, bahasa Banjar berakar pada bahasa Melayu sehingga mudah dipahami di seluruh Nusantara. Oleh karena itu, bahasa ini turut memperkuat interaksi sosial lintas daerah.







