Kemenag Perkuat Kapasitas Penghulu Dengan Bahasa Asing Dan Komunikasi Lintas Budaya

RADARPANGANDARAN.COMKementerian Agama terus memperluas kompetensi penghulu dengan membekali mereka kemampuan bahasa asing, komunikasi lintas budaya, hingga literasi digital.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan KUA yang lebih luas, sebagaimana dilansir dari laman Kemenag.go.id, melalui kegiatan Short Course Penguatan Kapasitas Penghulu dan Pejabat Kepenghuluan yang berlangsung di Bandung pada 9–12 Juni 2026.

Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan yang dirancang untuk mendukung peran baru KUA sebagai pusat layanan keagamaan sekaligus pembangunan masyarakat.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi menegaskan bahwa penghulu kini memiliki tugas yang jauh melampaui urusan pernikahan.

“Kenapa kita berkumpul dan mengumpulkan penghulu dalam pelatihan ini? Karena jabatan kita ditugaskan sebagai mitra strategis, sebagai pelayan umat sekaligus mitra strategis umat,ā€ ujar Zayadi di Bandung, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, perkembangan kebutuhan masyarakat menuntut penghulu untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperbarui pengetahuan.

Karena itu, peserta pelatihan mendapatkan materi kepenghuluan, bahasa asing, fikih munakahat klasik dan kontemporer, komunikasi lintas budaya, serta literasi digital.

ā€œUmat yang kita layani terus berubah. Karena itu, penghulu harus memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar layanan KUA semakin relevan,ā€ katanya.

KUA DIDORONG MENJADI SIMPUL PEMBANGUNAN MASYARAKAT

Zayadi menjelaskan bahwa transformasi KUA mengubah cara pandang terhadap fungsi lembaga tersebut di tengah masyarakat.