RADARPANGANDARAN.COM – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan pengelolaan dam jemaah haji 2026 berjalan lebih tertib dan transparan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dilansir dari haji.go.id, hingga Jumat pagi waktu Arab Saudi (22/5/2026), jumlah dam yang telah dibayarkan jemaah tercatat mencapai 126.832 hadyu.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut data tersebut menjadi pencapaian baru dalam sistem pengelolaan dam haji.
Rinciannya, sebanyak 90.956 dam akan dipotong di Tanah Suci melalui program Adahi.
Sebanyak 32.691 dam dipilih untuk dipotong di Indonesia oleh masing-masing jemaah.
Sementara 3.195 jemaah memilih menjalankan puasa dan 1.076 lainnya melaksanakan haji ifrad.
“Dalam sejarah perhajian, tidak ada data yang bisa serapi ini. Tahun sebelumnya yang terdata hanya sekitar 10 ribu. Tahun ini melonjak secara tertib sampai 126 ribu,” ujar Dahnil di Makkah, Jumat (22/5/2026).
Pemotongan dam di Tanah Suci dijadwalkan berlangsung pada 10 Zulhijah atau Rabu, 27 Mei 2026.
Pemerintah juga memastikan proses pemotongan akan terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh wartawan serta perwakilan kementerian.
“Nanti teman-teman wartawan bisa melihat secara langsung proses pemotongannya. Ada perwakilan dari Kementerian Haji dan Umrah sebagai representasi dari jemaah yang memotong di Tanah Suci,” katanya.
Daging Dam Akan Didistribusikan untuk Palestina
Kemenhaj turut menyiapkan sistem notifikasi digital bagi jemaah yang membayar dam melalui Adahi.







