RADARPANGANDARAN.COM – Peringatan May Day 2026 di kawasan Monas Jakarta berlangsung berbeda dengan penertiban aksi yang berubah menjadi dialog terbuka.
Seperti dilansir melalui laman Infopublik.id, massa buruh sejak pagi tadi memadati kawasan Monumen Nasional dengan membawa aspirasi dan harapan terkait ketenagakerjaan.
Situasi yang awalnya diprediksi diwarnai demonstrasi justru berlangsung tertib dan penuh interaksi antara buruh dan pemerintah.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penting dalam peringatan Hari Buruh tahun ini.
Presiden secara langsung mendengarkan berbagai tuntutan yang disampaikan oleh pimpinan serikat buruh.
Isu yang diangkat meliputi upah layak, penghapusan outsourcing, hingga perlindungan pekerja formal dan informal.
Termasuk di dalamnya perhatian terhadap pengemudi ojek online sebagai bagian dari pekerja sektor informal.
Dalam dialog tersebut, pemerintah menyampaikan sejumlah kebijakan strategis untuk menjawab aspirasi buruh.
Salah satunya adalah rencana pembangunan fasilitas daycare di kawasan industri bagi pekerja.
Program ini ditujukan untuk membantu pekerja terutama perempuan dalam menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.
Selain itu, pemerintah menargetkan pembangunan satu juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah termasuk buruh.
Hunian tersebut dirancang terjangkau dan dilengkapi fasilitas pendidikan, kesehatan, serta transportasi.
Langkah ini diharapkan mengurangi beban biaya sewa yang selama ini mencapai 20 hingga 30 persen pendapatan buruh.







