Mensos Buka Pelatihan Manajemen Guru dan Kepala Sekolah Rakyat, Siapkan Sistem Pembelajaran Profesional

RADARPANGANDARAN.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membuka Pelatihan Manajemen Guru dan Kepala Sekolah Rakyat Tahun 2026 sebagai bagian dari Pelatihan Manajemen Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Bogor.

Dilansir dari Kemensos.go.id, sebanyak 332 peserta yang terdiri dari 166 kepala sekolah dan 166 guru mengikuti pelatihan tersebut.

Gus Ipul menjelaskan bahwa pembelajaran harus adaptif sesuai kebutuhan setiap siswa.

Ia menegaskan metode belajar tidak boleh diseragamkan di semua sekolah.

Pembelajaran juga harus mendorong pemahaman mendalam dan kemampuan berpikir kritis.

“Setiap orang punya kemampuan sesuai ciptaan Tuhan, harus berbasis kemampuan dan kebutuhan individu, maka kita ada tes DNA Talent. Ajarkan pemahaman bukan hafalan, ajarkan menganalisis dan berpikir sendiri,” kata Gus Ipul.

Perencanaan dan Tata Kelola Jadi Kunci

Gus Ipul menyebut manajemen pembelajaran harus disusun secara terstruktur dan matang.

Ia menilai 50 persen keberhasilan pendidikan ditentukan oleh perencanaan yang baik.

Sekolah diminta menyiapkan rencana pembelajaran dan kurikulum satuan pendidikan.

Rencana kerja tahunan dan anggaran sekolah juga harus disusun dengan jelas.

Instrumen evaluasi wajib disiapkan untuk mengukur hasil pembelajaran.

Gus Ipul mengingatkan pengelolaan anggaran harus akuntabel dan transparan.

“Ingat, setiap uang yang dikeluarkan harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Gus Ipul.

Ia menegaskan kepala sekolah menjadi pemimpin utama proses belajar selama 24 jam.

Guru berperan membentuk pola pikir siswa dalam proses pembelajaran.