Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

“Kondisi ini menuntut adanya transformasi sistem pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah tangga,” katanya.

Pemilahan Sampah Akan Diterapkan Lebih Luas

DLH DKI Jakarta mencontohkan Kelurahan Rorotan sebagai salah satu wilayah yang telah menerapkan sistem pemilahan sampah dari sumber.

Praktik tersebut rencananya akan direplikasi ke berbagai wilayah lain di Jakarta.

Menurut Dudi, pengurangan sampah akan berjalan efektif apabila pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dapat bergerak bersama.

Deklarasi “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah” turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.

Kegiatan tersebut juga diisi berbagai edukasi interaktif untuk memperkenalkan budaya memilah sampah kepada masyarakat.

Warga diberikan kesempatan mengikuti kegiatan menabung sampah anorganik agar memahami nilai ekonomi dari sampah yang dipilah dengan baik.

Sejumlah kolaborator dari KSBB Lingkungan Hidup Klaster Persampahan juga mendukung kegiatan tersebut.

Selain kampanye dan video edukasi, kegiatan turut melibatkan ratusan petugas kebersihan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

DLH DKI Jakarta juga mengerahkan 200 petugas kebersihan beserta berbagai fasilitas pendukung di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said.

“Gerakan memilah sampah organik, anorganik, limbah B3 rumah tangga, dan residu dari sumber merupakan langkah sederhana, tetapi berdampak besar bagi masa depan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkas Dudi.

Gerakan pilah sampah diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengurangi beban pengelolaan sampah di Jakarta.