Pengolahan Sampah Organik di Ciamis Didorong Lewat Program Sikompos

RADARPANGANDARAN.COM – Upaya pengolahan sampah organik rumah tangga mulai digencarkan di Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, melalui program Sikompos yang mengubah limbah dapur menjadi kompos bernilai guna bagi masyarakat.

Program tersebut diinisiasi mahasiswa PLP FKIP EDU Universitas Siliwangi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis, sebagaimana dilansir dari Radartasik.id.

Sikompos atau Strategi Kompos Masyarakat dirancang untuk membangun kemandirian warga dalam mengelola limbah dapur sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga.

Pelaksanaan program dilakukan melalui pelatihan yang melibatkan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai penggerak lingkungan pada Jumat (1/5/2026).

Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung proses pengolahan sampah organik agar lebih mudah diterapkan secara mandiri.

Mahasiswa PLP FKIP EDU Universitas Siliwangi, Yulaiva, mengatakan pendekatan praktik dipilih untuk memperkuat pemahaman masyarakat dalam penerapan di lapangan.

“Kami berharap ibu-ibu PKK bisa menjadi penggerak dan menjadikan kegiatan ini sebagai rutinitas bersama,” ujarnya.

Tiga Metode Pengolahan Sampah Diperkenalkan

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan tiga metode pengolahan limbah organik yakni Loseda (Lodong Sesa Dapur), Komsidap (Komposter Sisa Dapur), dan Komtuga (Komposter Tumpuk Galon).

Ketiga metode itu disusun menggunakan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar agar dapat diterapkan masyarakat tanpa kesulitan.