Karena sektor industri pengolahan, terutama kilang minyak dan gas, menjadi pendorong utama pertumbuhan, maka industrialisasi terus memegang peran signifikan. Selain itu, sektor pertambangan masih menyumbang 35,34 persen terhadap PDRB sehingga eksploitasi energi tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Oleh karena itu, Kalimantan Timur menjadi barometer kekuatan industri energi nasional.
Karena kontribusi ekspor barang dan jasa tetap kuat, maka neraca perdagangan daerah terus mencatatkan surplus. Selain itu, revitalisasi kilang dan peningkatan kapasitas produksi industri memberikan dampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah. Oleh karena itu, daya saing global Kalimantan Timur semakin kokoh dan berkelanjutan.
Peran Sumber Daya Alam sebagai Fondasi Ekonomi
Peran ekonomi Kalimantan dalam pertumbuhan nasional tidak terlepas dari besarnya potensi sumber daya alam. Karena Kalimantan menghasilkan batu bara, minyak, gas, dan hasil hutan bernilai tinggi, maka pulau ini menjadi pilar energi dan industri nasional. Selain itu, eksplorasi potensi mineral baru terus berkembang sebagai bentuk diversifikasi sektor ekstraktif. Oleh karena itu, kekayaan alam Kalimantan menjadi aset strategis yang mendukung stabilitas ekonomi Indonesia.
Karena pemerintah semakin mendorong hilirisasi, maka nilai tambah komoditas mentah diharapkan meningkat melalui pengolahan dalam negeri. Selain itu, penguatan rantai pasok industri membuat lapangan kerja semakin terbuka luas bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, transformasi ekonomi berbasis sumber daya alam berpotensi mengangkat kesejahteraan masyarakat lebih tinggi.
Konsumsi Domestik dan Industri sebagai Penggerak Baru
Peran ekonomi Kalimantan dalam pertumbuhan nasional tidak hanya ditopang oleh pertambangan tetapi juga oleh konsumsi rumah tangga dan sektor industri pengolahan. Karena konsumsi domestik tetap kuat bahkan di tengah fluktuasi global, maka stabilitas ekonomi wilayah semakin terjaga. Selain itu, tumbuhnya industri hilir dan manufaktur mulai memberikan arah baru bagi struktur ekonomi Kalimantan. Oleh karena itu, pergeseran dari ekstraktif menuju industri pengolahan menjadi agenda penting pembangunan jangka panjang.








