Pertamina Aktifkan Satgas RAFI 2026 untuk Jaga Pasokan Energi Bersih 24 Jam Saat Ramadan dan Idul Fitri

Selain itu, mekanisme tanggap darurat turut disiapkan agar koordinasi dengan pihak terkait dapat berjalan cepat ketika terjadi situasi darurat.

Saat ini Pertamina NRE mengelola portofolio energi bersih dengan kapasitas terpasang mencapai 2,551 gigawatt.

Portofolio tersebut mencakup pembangkit listrik berbasis tenaga surya, panas bumi, gas alam dan biogas.

Kontribusi besar berasal dari pembangkit listrik tenaga surya yang berjumlah 261 unit dengan total kapasitas 55,69 megawatt.

Pembangkit tersebut tersebar di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia.

Selain itu, melalui afiliasi PT Jawa Satu Power, Pertamina NRE turut mengoperasikan pembangkit listrik tenaga gas dan uap dengan kapasitas 1.760 megawatt.

Di sektor panas bumi, anak usaha PT Pertamina Geothermal Energy Tbk mengelola enam wilayah kerja panas bumi.

Lokasinya berada di Kamojang dan Karaha di Jawa Barat, Ulubelu di Lampung, Lahendong di Sulawesi Utara, Lumut Balai di Sumatera Selatan, serta Sibayak di Sumatera Utara.

Total kapasitas panas bumi dari wilayah tersebut mencapai 727,5 megawatt.

Sementara di sektor bioenergi, Pertamina NRE juga mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas dengan kapasitas 2,4 megawatt.

Melalui pengaktifan Satgas RAFI 2026, Pertamina NRE menegaskan perannya dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Langkah ini sekaligus memastikan pasokan energi bersih tetap stabil selama Ramadan dan Idul Fitri, ketika kebutuhan energi masyarakat meningkat.