RADARPANGANDARAN.COM – Pilkades digital yang digelar serentak di Kabupaten Karawang menjadi sorotan nasional. Pelaksanaan pemilihan kepala desa ini berlangsung pada Minggu 28 Desember 2025.
Transformasi digital di tingkat desa tersebut mencatatkan sejarah baru. Sistem elektronik dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas demokrasi lokal.
Pelaksanaan pilkades digital juga menuai apresiasi luas. Tingkat partisipasi warga tercatat tinggi di hampir seluruh desa penyelenggara.
Selain itu, pelayanan pemilih dinilai semakin inklusif. Penyandang disabilitas dan lansia mendapat perhatian khusus dari panitia pemungutan suara.
Kondisi tersebut terlihat saat kunjungan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono. Dia meninjau langsung sejumlah TPS bersama Kepala DPMDesa Jabar Ade Afriandi.
Peninjauan dilakukan di sembilan desa penyelenggara. Keduanya memastikan sistem pemungutan suara berjalan lancar dan tertib.
Ono Surono menilai pilkades digital sebagai tonggak penting efisiensi birokrasi. Ia menyoroti penghematan anggaran yang sangat signifikan.
Menurutnya, sistem konvensional membutuhkan biaya besar. Satu TPS bisa menghabiskan anggaran sekitar Rp 25 juta.
Dengan sistem elektronik, biaya tersebut turun drastis. Penghematan anggaran bahkan mencapai sekitar 90 persen per TPS.
Ono menjelaskan penerapan sistem ini berangkat dari kepedulian terhadap efisiensi dana publik. Anggaran besar dinilai lebih bermanfaat jika dialihkan ke pembangunan desa.
Dia menegaskan hasil penghematan harus kembali kepada masyarakat. Dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk perbaikan infrastruktur dan pelayanan dasar desa.







