Junaedy Liu menjelaskan bahwa SeaBank sangat selektif dalam memilih mitra fintech, memastikan bahwa mereka mematuhi aturan yang ditetapkan oleh OJK.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu SeaBank menyalurkan kredit kepada lebih banyak nasabah dengan berbagai profil risiko.
Meskipun SeaBank berupaya untuk mendiversifikasi portofolio kreditnya, mereka tetap berkomitmen untuk menyalurkan kredit ke ekosistem Shopee.
Junaedy menegaskan bahwa potensi di ekosistem Shopee masih sangat besar, dan SeaBank tidak ingin melepaskan peluang yang ada.
Oleh karena itu, SeaBank berusaha menyeimbangkan antara diversifikasi dan pemanfaatan peluang yang ada di dalam ekosistem mereka.
Pertumbuhan Kredit dan Kualitas yang Terjaga
SeaBank mencatat pertumbuhan penyaluran kredit yang signifikan sebesar 24 persen year on year (yoy), dari Rp14,5 triliun pada kuartal II tahun 2023 menjadi Rp18 triliun pada kuartal II tahun 2024.
Selain itu, aset SeaBank juga tumbuh 11 persen dibandingkan posisi Desember 2023, mencapai Rp31 triliun pada kuartal II-2024.
Kualitas kredit yang disalurkan oleh SeaBank tetap terjaga, dengan rasio non-performing loan (NPL) gross dan NPL nett masing-masing berada di angka 1,98 persen dan 0,18 persen per akhir Juni 2024.
Angka ini menunjukkan bahwa SeaBank mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan pengelolaan risiko dengan baik.
Peluncuran produk pinjaman langsung “SeaBank Pinjam” dengan bunga rendah merupakan langkah strategis SeaBank dalam memperluas jangkauan layanan kredit mereka.













