Presiden Prabowo Ungkap Dugaan Kebocoran Ekspor Rp15.400 Triliun Selama 34 Tahun

RADARPANGANDARAN.COM – Presiden Prabowo menyampaikan dugaan hilangnya potensi kekayaan negara akibat manipulasi perdagangan ekspor yang nilainya mencapai USD908 miliar atau sekitar Rp15.400 triliun.

Melansir laman Infopublik.id, pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.

Prabowo Subianto menilai praktik tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun melalui berbagai modus perdagangan.

Menurutnya, manipulasi dilakukan lewat pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dari transaksi sebenarnya.

“Selama 34 tahun apa yang terjadi? Yang terjadi adalah apa yang disebut under-invoicing. Under-invoicing sebenarnya fraud atau penipuan,” ujar Prabowo.

Presiden menjelaskan praktik itu juga disertai pengurangan jumlah barang dalam laporan ekspor.

Selain itu, terdapat pola transfer pricing menggunakan perusahaan afiliasi di luar negeri untuk menyamarkan keuntungan sebenarnya.

Ia menyebut transaksi ekspor Indonesia akhirnya tercatat lebih kecil dibandingkan data perdagangan negara tujuan.

“Yang dijual oleh pengusaha-pengusaha tidak dilaporkan yang sebenarnya. Banyak di antara mereka membuat perusahaan di luar negeri. Dia jual dari perusahaan dia di dalam negeri ke perusahaan dia di luar negeri dengan harga jauh di bawah harga sebenarnya,” katanya.

Prabowo menegaskan data tersebut berasal dari pencatatan perdagangan internasional milik Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB.